Penyakit Parkinsonadalahgangguan neurologis progresif yang sering ditandai dengan gejala sepertitremor, kekakuan, gerakan lambat, dan ketidakstabilan postural. Namun, kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan kontrol motorik—ia juga memengaruhi suasana hati, motivasi, dan bahkan pencernaan.
Meskipun saat ini belum ada obatnya, penelitian menunjukkan bahwa strategi alami - terutama yang menargetkan poros usus-otak - dapat membantu meringankan gejala dan mendukung kesehatan otak secara keseluruhan. Mari kita telusuri bagaimana menggabungkan perawatan konvensional dengan perubahan gaya hidup yang didukung oleh ilmu pengetahuan dapat memberikan harapan bagi penderita Parkinson.
Memahami Perkembangan dan Pengobatan Parkinson
Parkinson dimulai ketika neuron yang memproduksi dopamin disubstantia nigra otakmulaimati. Dopamin adalah zat kimia penting yang berperan dalam gerakan, motivasi, dan suasana hati. Seiring dengan berkurangnya neuron ini, orang mengalami gejala motorik klasik—tetapi gejala non-motorik, seperti depresi, sembelit, dan gangguan tidur, sering kalimuncul bertahun-tahun sebelumnya.
Obat-obatan dapat membantu menggantikan dopamin yang hilang dan memperbaiki gejala, tetapi penggunaan jangka panjangnya dapat menyebabkan efek samping seperti tardive (gerakan yang tidak disengaja). Yang penting, pengobatan tidak memperlambat perkembangan penyakit itu sendiri,melainkan hanya mengatasi gejalanya.
Hal ini telah mendorong pasien dan peneliti untuk mengeksplorasi intervensi alami yang saling melengkapi yang dapat membantu menunda perkembangan gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung otak secara lebih holistik.
Makanan untuk Otak Anda: Bagaimana Pola Makan Dapat Mempengaruhi Perkembangan Parkinson
Gizitidakhanya tentang memberi nutrisi pada tubuh Anda—ia juga memainkan peran penting dalam cara otak Anda menua dan berfungsi. Bagi orang yang hidup dengan Parkinson, atau mereka yang ingin mengurangi risikonya, pola makan mungkin menjadi salah satu alat yang paling mudah diakses dan efektif untuk mendukung kesehatan otak dan meredakan peradangan.

1. Mengapa Diet Mediterania Mendapat Begitu Banyak Perhatian
Di antara semua pola makan yang diteliti,diet Mediteraniamenonjolsebagai sekutu yang kuat dalam kesehatan saraf. Kaya akan sayuran segar, lemak sehat, dan asam lemak omega-3, pola makan ini telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit neurodegeneratif, termasuk Parkinson.
Apa yang membuatnya begitu efektif? Secara alami penuh dengan:
- Antioksidan dari sayuran dan buah-buahan berwarna-warni, yang membantu menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel otak
- Asam lemak omega-3dariikan berlemak seperti salmon atau makarel, yang diketahui dapat mendukung fungsi kognitif dan mengurangi peradangan.
- Polifenol dan senyawa nabati lainnya dari makanan seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian
Tidak seperti diet ketat atau diet yang sedang tren, pendekatan Mediterania bersifat fleksibel, berkelanjutan, dan didasarkan pada makanan utuh yang nyata. Diet ini juga rendah gula dan lemak olahan-dua hal yang sebaiknya dihindari saat mencoba mengendalikan peradangan.
2. Makanlah Lebih Banyak Makanan Pendukung Otak Ini:
- Sayuran berdaun gelap (seperti kangkung dan bayam)
- Sayuran berwarna cerah (wortel, paprika, tomat)
- Buah-buahan segar (terutama buah beri dan jeruk)
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun extra virgin
- Ikan berlemak (2-3 porsi per minggu)
3. Makanan yang Mungkin Merugikan Anda
Meskipun fokus pada apa yang harus dimakan penting, mengetahui apa yang harus dibatasi juga bisa sama pentingnya. Beberapa makanan diyakini dapat berkontribusi pada peradangan saraf atau mengganggu obat-obatan Parkinson. Berikut adalah beberapa makanan yang mungkin ingin Andakurangi atau hindari:
- Makanan ringan yang diproses dan karbohidrat olahan
- Makanan yang kaya akan lemak jenuh, seperti daging merah yang digoreng atau berlemak
- Asupan produk susu yang berlebihan - Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi susu yang tinggi dengan sedikit peningkatan risiko Parkinson, mungkin karena racun lingkungan atau pengaruhnya terhadap kadar asam urat
- Makanan besar berprotein tinggi - Makanan ini dapat mengurangi penyerapan levodopa, obat utama untuk menangani Parkinson
- Suplemen zat besi atau makanan kaya zat besi, yang juga dapat mengganggu kemanjuran obat
Gerakan yang Penting: Bagaimana Olahraga Membantu Pasien Parkinson
Aktivitas fisik lebih dari sekadar menyehatkan-ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan kemandirian dan memperlambat perkembangan gejala penyakit Parkinson.
Olahragamembantumerangsang produksi dopamin secara alami di otak dan mendukung neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membentuk koneksi baru.
Jenis olahraga yang berbeda menawarkan manfaat yang berbeda pula:
- Aktivitas aerobik (misalnya, berjalan kaki, bersepeda, berenang): Meningkatkan daya tahan tubuh, kesehatan jantung, dan ketajaman kognitif
- Latihan kekuatan: Membangun otot dan membantu mengurangi kekakuan
- Peregangan atau yoga: Meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan relaksasi
Bahkan gerakan sederhana-seperti berdiri dari kursi tanpa menggunakan tangan atau berjalan-jalan biasa-dapat membuat perbedaan.
Sebelum memulai rutinitas baru, sebaiknya konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan atau ahli terapi fisik yang memahami kebutuhan pasien Parkinson.
Hidrasi: Faktor yang Sering Diabaikan
Air mungkin bukan hal pertama yang terlintas di pikiran saat mengelola kondisi neurologis, tetapimenjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting—terutama bagi penderita Parkinson.
Gejala dehidrasi (seperti kelelahan, kram otot, pusing, atau kebingungan) dapat tumpang tindih dengan gejala Parkinson, sehingga mudah terlewatkan.
Berikut ini adalah cara-cara sederhana untuk tetap menjaga asupan cairan:
- Pilih makanan yang menghidrasi: buah-buahan seperti semangka atau jeruk, sup, atau smoothie
- Tambahkan lemon, mentimun, atau herbake dalamair Anda untuk membuatnya lebih menarik.
- Gunakan pengingat-botolair dalam jangkauan, alarm ponsel, atau aplikasi pelacakan
- Sebarkan asupan cairanuntukmenghindari ketidaknyamanan kandung kemih atau keinginan buang air kecil di malam hari.
- Berusahalah untuk konsistendaripadamengonsumsi dalam jumlah besar sekaligus.
Bahkan dehidrasi ringan pun dapat meniru atau memperburuk gejala Parkinson, jadi hidrasi setiap hari adalah strategi yang sederhana namun ampuh.
Psikobiotik dan Parkinson: Batas Baru dalam Dukungan Alami

Masuklah ke dalam kategori baru probiotik yangdisebut psychobiotics—probiotikyang mendukung kesehatan mental melalui sumbu usus-otak. Salah satu strain yang menonjol, Lactobacillus plantarum PS128, sedang mendapat perhatian karena potensi manfaatnya bagi penderita Parkinson.
Berbeda dengan probiotik tradisional yang ditujukan untuk kesehatan pencernaan, PS128 telah terbukti dalam studi dapat mempengaruhi produksi dan regulasi dopamin di otak—tanpa menembus sawar darah-otak. Studi pada hewan telah menunjukkan kemampuannya untuk meningkatkan kadar dopamin, dan uji klinis awal pada manusia telah mengamati perbaikan pada gejala motorik, regulasi emosi, dan kualitas hidup secara keseluruhan pada individu dengan PD.
Apa yang Dikatakan Penelitian Tentang PS128™
- Studi klinismenunjukkan bahwaPS128 dapat membantu mengatur kadar dopamin dan meningkatkan fungsi motorik.
- Peserta uji coba melaporkan keseimbangan suasana hati yang lebih baik, lebih sedikit tremor, dan peningkatan ketahanan emosional
- PS128 bekerja melalui sumbu usus-otak, memodulasi neurotransmiter utama tanpa bertindak sebagai stimulan
Ketika digunakan bersama dengan diet kaya nutrisi dan gaya hidup sehat, PS128 dapat menjadi tambahan yang kuat untuk perangkat kesehatan otak Anda.
Parkinson adalah penyakit yang kompleks—dan mengelolanya memerlukan pendekatan yang komprehensif. Obat-obatan sangat penting, tetapi mereka hanyalah salah satu bagian dari solusi. Penelitian terbaru mendukung integrasistrategi yang berfokus pada kesehatan usus, nutrisi yang ditargetkan, dan olahragauntukmeningkatkan gejala motorik dan non-motorik.
Psikobiotik seperti PS128 menawarkan cara yang lembut dan didukung oleh ilmu pengetahuan untuk mendukung sistem dopamin melalui saluran pencernaan. Dikombinasikan dengan pola makan yang ramah otak dan aktivitas fisik teratur, perubahan kecil yang didukung oleh ilmu pengetahuan ini dapat membuka jalan bagi perbedaan besar dalam cara Anda merasa setiap hari.





