Banyak anak autis mengalami kebiasaan makan yang selektif, seperti lebih menyukai makanan dengan warna, tekstur, atau merek tertentu, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi.
Panduan ini membahas bagaimana pilihan makanan dapat mendukung anak-anak autis, termasuk makanan yang perlu diutamakan, makanan yang perlu dibatasi, nutrisi penting yang perlu dipertimbangkan, serta strategi praktis untuk menerapkan pola makan yang ramah autis dan berkelanjutan.
Mengapa Diet Penting bagi Anak-anak Autis
Pola makan selektif umum terjadi pada anak-anak autis, seringkali disebabkan oleh sensitivitas sensorik daripada sikap menentang. Makanan baru, terutama yang memiliki tekstur, rasa, atau warna yang tidak familiar, dapat terasa menakutkan dan memerlukan waktu adaptasi yang lama.
A pola makan seimbang, bagaimanapun, sangat penting. Gizi yang cukup mendukung:
-
Fungsi sistem kekebalan tubuh
-
Perkembangan otak
-
Regulasi emosi
- Perhatian dan kemampuan belajar
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kesehatan usus dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku melalui sumbu usus-otak. Meskipun diet bukanlah obat untuk autisme, dukungan nutrisi yang tepat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan dan fungsi sehari-hari.
Pilihan Makanan yang Ramah Nutrisi untuk Autisme
Diet yang mendukung autisme berfokus pada keragaman, keseimbangan, dan paparan bertahap daripada hanya pembatasan.
1. Makanan Tinggi Serat
Serat mendukung kesehatan pencernaan dan gerakan usus yang teratur. Banyak anak autis mengalami sembelit, dan meningkatkan asupan serat dapat membantu meningkatkan kenyamanan pencernaan.
|
Sumber yang baik meliputi: Biji-bijian utuh, kacang-kacangan dan polong-polongan, buah-buahan dan sayuran. |
2. Protein Berkualitas Tinggi
Protein menyediakan asam amino yang esensial untuk pertumbuhan dan fungsi neurotransmitter. Beberapa asam amino berperan dalam regulasi mood dan perilaku.
|
Sumber yang baik meliputi: Daging tanpa lemak, Ikan, Telur, Tofu, dan kacang-kacangan. |
3. Makanan yang Kaya Akan Omega-3
Asam lemak omega-3 telah diteliti karena perannya yang potensial dalam mendukung fungsi otak dan keseimbangan emosional.
|
Sumber umum meliputi: Ikan berlemak (salmon, makarel), Biji rami, Kacang walnut |
4. Makanan yang Kaya Antioksidan
Antioksidan membantu mengurangi stres oksidatif dan mendukung kesehatan sistem kekebalan tubuh. Buah-buahan dan sayuran yang kaya akan antioksidan dapat berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan.
|
Contohnya meliputi: Buah beri (blueberry, ceri), Bayam, Paprika |
Makanan yang perlu dibatasi atau dipantau
Setiap anak berbeda, tetapi ada beberapa makanan yang perlu diperhatikan karena potensi dampaknya terhadap pencernaan dan perilaku:
-
Makanan olahan tinggi: Sering mengandung bahan tambahan dan gula berlebihan yang dapat berkontribusi pada ketidaknyamanan pencernaan atau sensitivitas perilaku pada beberapa anak.
-
Alergen makanan umum: Kekebalan terhadap makanan seperti susu, telur, atau kacang tanah dapat meningkatkan ketidaknyamanan gastrointestinal. Setiap penghindaran makanan harus dilakukan di bawah bimbingan profesional.
-
Makanan tinggi gula: Kelebihan gula dapat memengaruhi mood, energi, dan konsentrasi akibat fluktuasi gula darah.
- Makanan yang mengandung gluten (jika relevan): Gluten tidak berbahaya bagi semua anak, tetapi anak-anak yang memiliki sensitivitas atau intoleransi terhadap gluten mungkin memerlukan bimbingan profesional.
- Nutrisi Penting dan Pertimbangan Suplemen
Suplementasi makanan dapat dipertimbangkan jika asupan nutrisi tidak mencukupi.
1. Asam Lemak Esensial
Asam lemak omega-3 berperan dalam kesehatan otak dan regulasi emosi. Mengonsumsi makanan atau suplemen yang kaya akan omega-3 (di bawah bimbingan profesional) dapat mendukung fungsi sehari-hari.
2. Vitamin dan Mineral
Beberapa nutrisi—seperti vitamin B, vitamin D, magnesium, dan seng—penting untuk fungsi sistem saraf dan keseimbangan emosional. Kekurangan nutrisi ini dapat berkontribusi pada kelelahan atau ketidakstabilan mood.
3. Strain Probiotik yang Ditargetkan
Penelitian yang semakin berkembang menyoroti hubungan antara mikrobiota usus dan fungsi otak. Probiotik membantu menjaga keseimbangan usus, dan beberapa strain psikobiotik khusus strain psikobiotik, seperti L.plantarum PS128™ telah diteliti perannya dalam regulasi emosi.
Tidak semua probiotik sama, dan spesifisitas strain sangat penting. Orang tua yang mempertimbangkan suplementasi sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Pikiran Akhir
Pengelolaan diet bukanlah tentang pembatasan atau "mengobati" autisme. Ini tentang mendukung kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan sehari-hari.
Melalui nutrisi seimbang, pembentukan kebiasaan secara bertahap, bimbingan profesional, dan kesabaran, keluarga dapat menciptakan lingkungan makan yang mendukung yang meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi stres saat waktu makan.




